Senin, 05 Oktober 2009

Tugas Wawancara FX Widayanto (Tugas Sosiologi)

Tugas Sosiologi

Wawancara dengan F.X. Widayanto



Dibuat oleh :
Kelompok lycee
Desia Yunita
Ratna Dewi
Santy
Indra Aristama
Hendry
William
Irene saskia
shierly



Tahun 2009


Profil F.X. Widayanto
F.X.Widayanto(Mas Yanto) adalah seseorang yang sukses dalam bidangnya yakni perupa keramik. Beliau saat ini telah memiliki studio keramik, pedopo, dan juga banyak outlet-outlet hasil karyanya tetapi ia menganggap semua ini belum dapat dikatakan sukses karena beliau memiliki tantangan untuk mengubah pabrik seluas 3 hektar, tempat bekerja sama dengan Jepang di Balaraja,Tangerang yang gersang menjadi lebih asri dengan menanam pohon-pohon supaya menjadi nyaman bagi para pengunjung dan kepuasan itu tidak berhenti begitu saja karena harus dipertahankan, dilanjutkan dan juga diwariskan kepada penerus saya. Beliau ingin berkarya sambil melayani.
Kesuksesan yang dicapainya saat ini tidak didapat begitu saja, ia pernah melewati tantangan terbesar pada 6 tahun yang lalu dimana Beliau mengalami masalah dengan management karena koordinasi dengan staffnya kurang baik. Pada saat itu ia hanya fokus pada produknya dan ia ingin ada yang membantu untuk mengelola mengenai bagaimana cara menjual produk tersebut, cara distribusinya, masalah keuangan lalu pada akhirnya ada perusahaan Jepang yang ingin untuk bekerja sama dengannya dengan tetap memakai nama Beliau. Setelah beberapa kali ditawarkan kesempatan tersebut akhirnya Beliau setuju untuk bekerja sama. Tapi, selama 2 tahun bekerja sama, managementnya tetap harus diperjuangkan oleh sebab itu Beliau berkata “betapa pentingnya manusia untuk mengatur suatu mimpi.”
Tahun 1997, Beliau membeli rumah di Tanah Baru (Depok), karena tempatnya tinggal di Setia Budi akan digusur oleh pemerintah. Tetapi perekonomian melemah, pemerintah tidak jadi membeli tanah tersebut, namun Mas Yanto sudah membeli rumah di Tanah Baru jadi Beliau memutuskan untuk membangun rumah tersebut beserta isinya. Luas kawasan ini ada sekitar 3700 meter, ditanami dengan pepohonan, dibuat studio keramik, pedopo dan showroom dan tempat ini digunakan untuk memberitahukan pengetahuan mengenai keramik kepada semua orang yang dilakukan sejak dini, serta dapat menikmati seni rupa tersebut. Mas Yanto harus dapat membagi waktunya untuk mengontrol 3 tempat dalam 1 minggu.
Semasa menjadi mahasiswa, Mas Yanto memilih jurusan seni rupa keramik di ITB, dan untuk meyakinkan orang tuanya, Beliau memberikan pengertian bahwa bidang seni inilah yang disenangi dan sesuai dengan hobi, karena Beliau tidak begitu mengerti akan ilmu eksakta. Mas Yanto memberikan pengertian bahwa keramik itu tidak hanya untuk membuat codek saja, namun ada sentuhan seni yang dapat dinikmati dalam suatu barang yang berasal dari keramik.
Tahun 1983, ialah awal mula Mas Yanto dengan sepupunya berkarir dalam bidang ini. Masa kejayaan Mas Yanto dalam segi penjualan yaitu pada saat pameran tahun 1990 dan 1993. Pemeran-pameran yang booming, tahun 1990 ialah Loro Blonyo(patung-patung japanese wedding couple) dan tahun 1993 ialah Ganesha Ganeshi. Banyak media yang meliput F.X.Widiyanto karena hasil karyanya tersebut. Beliau berpikir untuk tetap mempertahankan popularitas tersebut dengan mengadakan pameran 2 tahun sekali supaya orang-orang terkesan dan tetap mengingat produk keramiknya.
F.X.Widiyanto menyadari benar adanya competitor yang datang dari dalam maupun dari luar karena pada tahun 2000, staff dari Mas Yanto sendiri menjadi competitor. Jalan keluar yang diambil ialah kita harus bekerja ekstra dari competitor kita, jangan pernah putus asa dan tetap mengajarkan staff untuk bersikap yang baik. Produk yang dibuat harus memiliki nilai lebih supaya benda tersebut tidak hanya menjadi barang biasa.
F.X.Widiyanto merupakan gambaran seniman yang sukses di bidang keramik. Dan pada semasa kuliah hanya beberapa orang saja yang memilih jurusan tersebut, tetapi apakah mereka semua sesukses Beliau? Ternyata jawabannya tidak, karena proses pembuatan keramik membutuhkan waktu yang cukup lama, kita harus menguasai mengenai unsur tanah, harus diolah, harus dibakar dengan suhu yang sesuai dan jika keramik itu retak maka harus diulang dari awal sehingga perlu adanya kesabaran serta ketekunan yang sungguh-sungguh dalam pembuatannya. Dalam pembuatan keramik, ide yang diambil dapat terinspirasi dari mana saja, dan dari siapa saja, akan tetapi tetap menjadikan hasil karya tersebut diri anda.
Mas Yanto menggangap bahwa antara seni dan bisnis adalah side by side. Pada sewaktu sma, Beliau senang menjual hasil karyanya seperti tas, asbak dan lain-lain untuk penambah modal.
Impian Mas Yanto yang ingin dicapai ialah membuka pabrik keramik di Balaraja, untuk umum supaya semua pelanggan mengetahui proses pembuatan keramik tersebut.
Cara yang tepat yang digunakan oleh Mas Yanto untuk mempertahankan brandnya ialah dengan mendidik staff-staff muda untuk membuat keramik dengan dipadukan dengan nilai art.


Komentar
Seniman seperti F.X.Widiyanto adalah sosok orang sukses yang dapat menjadi contoh baik bagi semua masyarakat, bahwa keramik bukanlah sekedar sebuah produk saja, melainkan keramik adalah sebuah produk dengan nilai seni yang tinggi dan dengan sentuhan kreativitas dan jiwa seni, keindahan pun muncul daripada keramik. Dan jika ada kesempatan yang gemilang untuk dapat berkunjung ke outlet-outlet lainnya untuk melihat hasil karya Beliau, kami ingin menjadi kelompok yang pertama ntuk melihat semua hasil karya tersebut.
Saran
F.X.Widayanto, kami ingin sekali melihat secara lansung proses pembuatan keramik dari awal hingga akhir tetapi itu berasal dari seniman terkemuka yakni bapak sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar