Rabu, 07 Oktober 2009

Tugas Merangkum 3 (Filsafat)

Nama : William
NIM : 2007110177
Kelas : 11-7A
Tugas Filsafat 3

11. Jelaskan perihal skeptisisme!
- Pengertiannya adalah sebuah pendirian/anggapan dalam pengetahuan manusia yang mengatakan bahwa manusia tidak pernah tahu tentang apapun.
- Latar belakang munculnya skeptisisme adalah karena anggapan bahwa pengetahuan menyangkut kepastian sedangkan mereka menganggap bahwa pengetahuan itu sifatnya tidak ada yang absolut benar.
- Kekurangannya adalah selalu meragukan secara positif setiap klaim atau bukti yang diperoleh.
12. Bandingkan antara rasionalisme dan empirisme!
No. Perihal Rasionalisme Empirisme
1 Definisi Paham yang mengatakan bahwa pengetahuan itu bersumber dari akal budi manusia. Paham yang mengatakan bahwa pengetahuan itu bersumber dari pengalaman inderawi.
2 Alat (sarana) Akal budi. Panca indera.
3 Tokoh pendukung Plato dan Rene Decartes. John Locke dan David Hume.
4 Cara Kerja Deduksi dan mengutamakan pengamatan apriori. Induksi dan mengutamakan pengamatan aposteriori.

13. Apa itu rasionalisme dan empirisme?
- Rasionalisme adalah paham yang mengatakan bahwa pengetahuan itu bersumber dari akal budi manusia.
- Empirisme adalah paham yang mengatakan bahwa pengetahuan itu bersumber dari pengalaman inderawi.
14. Jelaskan teori Plato tentang proses terjadinya pengetahuan manusia!
Teori ini disebut pra-eksistensi jiwa. Dalam teori ini Plato mengemukakan bahwa sebelum manusia dilahirkan, jiwa manusia itu berada dalam dunia yang disebut dunia ide. Dalam dunia ini jiwa manusia telah mengenal hal-hal seperti pengetahuan, benda, dan sebagainya. Ketika manusia dilahirkan, jiwa manusia terpenjara dalam tubuh dan akibatnya ingatannya tentang ide-ide menjadi kabur.
15. Jelaskan bagaimana Aristoteles mensintesakan antara rasionalisme dan empirisme!
Menurut Aristoteles pengetahuan manusia itu tercapai sebagai hasil kegiatan manusia mengamati keadaan yang banyak, lalu dari kegiatan mengamati ini manusia menarik unsur-unsur universal dari yang partikular.
16. Bagaimana terjadinya pengetahuan menurut Immanuel Kant!
Menurut Immanuel Kant, manusia sesungguhnya sudah punya bakat untuk mengetahui sesuatu. Bakat ini sudah punya bentuk tersendiri sehingga segala sesuatu yang dikenalnya melalui panca indera selalu diterima dan diolah menurut bentuk atau sudut pandang ruang dan waktu serta hukum sebab akibat.
17. Jelaskan teori kebenaran sebagai persesuaian!
- Definisinya adalah persesuaian antara apa yang dikatakan dengan kenyataan.
- Hal yang dipentingkan dalam teori ini adalah:
• Lebih menekankan pada bukti, karena buktilah yang dianggap sebagai penjelasan dari teori yang dikatakan.
• Adanya dualitas antara subjek dan objek. Tetapi pada teori ini lebih menekankan pada objek (bukti).
• Teori ini dianut oleh kaum empirisme.
- Persoalan yang dihadapi oleh teori ini adalah pernyataan tentang agama, moral, etika dianggap tidak penting karena tidak dapat dibuktikan secara empiris (tidak memiliki bukti empiris), karena itu dianggap tidak penting.
- Contoh dari teori ini adalah “Student card mahasiswa London School di tahun 2007 ini berwarna ungu.”
18. Jelaskan teori kebenaran sebagai keteguhan!
- Definisinya adalah persesuaian antara pernyataan yang satu dengan yang lain, atau teori yang satu dengan yang lain.
- Hal yang dipentingkan dalam teori ini adalah:
- Menekankan kebenaran rasional-logis dan cara kerja deduktif.
- Menekankan kebenaran dan pengetahuan apriori.
- Persoalannya adalah bagaimana dengan kebenaran teori-teori yang sebelumnya? Jika dibuktikan dengan teori yang sebelumnya maka akan terjadi gerak mundur tanpa henti.
19. Bandingkan antara teori kebenaran sebagai “persesuaian” dengan teori kebenaran sebagai “keteguhan”!
Perihal Kebenaran Persesuaian Kebenaran Keteguhan
Definisi Persesuaian antara apa yang dikatakan dengan kenyataan.
Persesuaian antara pernyataan yang satu dengan yang lain, atau teori yang satu dengan yang lain.
Nama lain Empiris. Rasional logis.
Hal yang diutamakan -)mementingkan objek.
-)mengutamakan pengamatan indera. -)mementingkan subjek.
-)mengutamakan penalaran akal budi.
Cara kerja Induktif dan aposteriori. Deduktif dan apriori.
Tokoh pendukung Aristoteles. Kaum rasionalis: Leibniz, Spinoza, Decartes, Hegel.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar