Senin, 05 Oktober 2009

Tugas Sinopsis (Sosiologi)

Sinopsis
200 Pounds Beauty (Minyeoneun Gwiroweo)


Kategori: Korea
Sutradara: Kim Yong-hwa
Penulis: Kim Yong-hwa
Produksi: Showbox
Durasi: 116 Menit
Tgl. Rilis: 2006

Pemain: Joo Jin-Mo, Kim Ah-Joong,

Berpura-pura menyanyi alias lip sync ternyata masih terjadi di Korea, dan ironisnya salah satu pelakunya adalah penyanyi pop terkenal Ami. Suaranya yang memikat ribuan bahkan jutaan orang ternyata aslinya adalah milik seorang gadis bernama Hanna.

Sayangnya meski memiliki suara dahsyat, wanita bertubuh subur tersebut memiliki rasa percaya diri yang sangat rendah. Bisa ditebak, hal itu disebabkan oleh postur, yang membuatnya kerap diacuhkan atau dipandang sebelah mata oleh orang-orang sekitar.

Berniat untuk memperbaiki nasib sekaligus rasa percaya dirinya yang makin menurun dari hari ke hari, Hanna mengambil keputusan nekat : melakukan operasi plastik menyeluruh yang sekaligus mengangkat gumpalan lemak berlebih yang telah lama menjadi bagian dari tubuhnya.

Seperti yang diharapkan, operasi tersebut langsung mengubah hidupnya. Hanna yang semula pemalu berubah menjadi sangat percaya diri dengan nama baru Jenny, dan setiap langkah yang diambil selalu diiringi oleh lirikan mata lawan jenis. Tidak cuma itu, ia juga sukses menarik perhatian seorang pria yang telah lama disukainya Sang-joon. Namun, benarkah semua berjalan sesuai rencana?

Ditengah tuntutan untuk selalu tampil cantik bagi kaum wanita, 200 Pounds Beauty menjadi film paling tepat untuk meruntuhkan sekaligus menampar pandangan yang berlaku umum di masyarakat modern. Apalagi, secara kebetulan Korea merupakan salah satu negara dimana operasi plastik adalah hal yang biasa dilakukan.

Tidak bisa disangkal, bintang utama dari film arahan sutradara Kim Yong-hwa ini adalah Kim Ah-joong yang didapuk sebagai tokoh Hanna. Selain harus berkorban mengenakan 'kostum' selama empat jam lebih, wanita yang sebelumnya sempat tampil di serial Rules of Love tersebut ternyata juga mempunyai suara yang menawan.
Karena itu tidak heran selain sukses ketika mulai diputar pada Desember 2006 silam, 200 Pounds Beauty juga sukses lewat lagu temanya Maria yang dilantunkan sendiri oleh Ah-joong. Asal tahu saja, beberapa tahun lalu lagu tersebut telah ngetop lebih dulu lewat tarikan suara grup musik asal Amerika Blondie. Pokoknya, yang satu ini dijamin kocak sekaligus memberikan pelajaran berharga tanpa berkesan menggurui.








































Nilai-Nilai



• Nilai – Nilai positif yang dapat kita ambil dari film ini adalah:

o Film ini ingin meluruskan sudut pandang masyarakat yang selama ini hanya menganggap bahwa ukuran kecantikan seorang wanita dinilai dari fisiknya seperti langsing, berhidung mancung, memiliki bibir yang seksi, tinggi, tidak cacat (outer beauty), tetapi masyarakat harus dapat memandangnya dari kemampuan atau keahlian, sikap, sifat, perbuatan, hati dan nilai-nilai yang ia miliki (inner beauty).
o Kita dapat belajar dari karakter Hanna (pemeran utama) yang memiliki kegigihan berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang ingin ia dapatkan, yaitu pria idamannya.


• Nilai – nilai negatif yang terdapat pada film ini adalah:

o Film ini ingin menggambarkan secara nyata citra/ penilaian masyarakat di Korea yang menganggap bahwa seseorang yang memiliki fisik menarik akan mendapatkan hal-hal yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak. Dalam film ini kita dapat melihat bahwa Hanna yang memiliki tubuh gemuk namun suara indah hanya dapat bernyanyi di belakang panggung, sedangkan Ami yang memiliki wajah cantik dan tubuh ideal yang tampil di panggung. Nilai-nilai ini semakin nyata terlihat di dunia publik figur saat ini, tidak hanya di Korea saja. Penilaian yang sempit mengenai kecantikan hanya dilihat dari fisik akan sangat mempengaruhi masyarakat, terutama remaja. Dimana sebagai individu yang labil mereka setiap harinya melihat artis dan penyanyi yang bertubuh kurus dan berwajah menarik melalui televisi. Hal ini menimbulkan suatu standar bahwa cantik itu haruslah bertubuh ideal dan berwajah menarik. Sebagai individu yang labil tentunya mereka akan menelaah standar ini mentah-mentah. Mereka akan berusaha untuk memenuhi standar kecantikan tersebut. Alangkah baiknya bila mereka menempuhnya dengan cara-cara yang positif seperti merawat diri dan olahraga. Tetapi pada kenyataannya banyak remaja yang diet mati-matian, operasi wajah dan tubuh demi mencapai standar tersebut. Hal ini tentunya akan berakibat buruk bagi kesehatan dan perkembangan mental remaja tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar