Rabu, 07 Oktober 2009

Final Advertising Task: Interview (Introduction to Advertising)

Name : William
Class : 11-7A
NIM : 2007110177
Advertising Assignment
Saya telah melakukan wawancara terhadap Ibu Palupi Rinowulan. Beliau bekerja di salah satu perusahaan advertising ternama yaitu PT. Dentsu Inter Admark Indonesia, yang terletak di gedung Graha Niaga, lantai 23, jalan Jendral Sudirman Kav.58, Jakarta. Beliau bekerja di posisi Media Buying Manager dan telah bekerja di posisi tersebut selama 10 tahun. Beliau pun telah merasakan cukup banyak pengalaman, baik suka maupun duka.
Alasan kenapa saya memilih posisi Media Buyer untuk diwawancarai adalah saya ingin mengetahui lebih dalam tentang posisi tersebut karena saya merasa posisi tersebut cocok dengan karakter saya, tidak membutuhkan ide yang super-super kreatif seperti yang dibutuhkan oleh Art Director, tapi lebih mengarah kepada kemampuan seseorang bernegosiasi dan memanage segala sesuatu sehingga berjalan seperti yang diinginkan oleh client.
Berikut beliau memaparkan beberapa tugas utama bila bekerja di posisi ini. Tugas utamanya yaitu setelah menerima hasil estimasi yang telah dibuat oleh Media Planner dan disetujui oleh client, media buyer harus mampu bernegosiasi dengan pihak media untuk mendapatkan harga beli space yang semurah-murahnya baik di media print, broadcast maupun web. Selain itu diharuskan mampu membooking jam-jam tayang yang diinginkan oleh client, dimana iklan tersebut ingin untuk ditayangkan. Setelah membooking space di media, tugas dari media buyer adalah memonitor proses berlangsungnya iklan tersebut, supaya jadwal iklan yang telah dibooking di media sesuai, tidak lebih dan tidak kurang penayangannya. Karena apabila suatu iklan kelebihan jadwal penayangannya maka bisa-bisa perusahaan media buyer tersebut diminta untuk membayar ganti rugi kelebihan jam tayang tersebut, sedangkan client hanya ingin mengetahui bahwa budget yang dikeluarkan sesuai dengan yang dinegosiasikan dengan media planner, dan apabila jadwal penayangannya kurang maka pihak client yang akan dirugikan. Setelah itu media buyer pun harus melakukan post buy, yaitu harus mengecek lagi apakah hasil total dari penayangan di media sesuai dengan hasil estimasi yang dibuat oleh media planner, baik dari segi rating, budget dan sebagainya. Sebenarnya tugas negotiation, post buy dan monitoring itu harusnya bukan dilakukan oleh Media Buyer melainkan oleh Media Implementer, hanya saja di PT. Dentsu Inter Admark Indonesia pekerjaan Media Buyer merangkap dengan Media Implementer.
Tanggung jawab yang diemban bila bekerja di posisi media buyer adalah mereka harus bisa memonitor jalannya jadwal penayangan iklan supaya sesuai dengan planning yang ingin di achieve.
Keahlian khusus yang dibutuhkan untuk bekerja di bidang ini menurut Ibu Palupi adalah harus menguasai Microsoft Office, terutama Excel dan Word, lalu Media Buyer juga harus dapat berkomunikasi dengan baik, bernegosiasi dengan baik supaya mendapatkan harga space yang semurah-murahnya, dan juga media buyer pun harus mengetahui informasi yang sedang berkembang jika tidak maka kita tidak akan memiliki banyak client, karena client membutuhkan informasi yang terkini mengenai media apa yang sedang marak digunakan dan media apa yang paling efektif dan murah untuk digunakan, dan yang terpenting posisi Media Buyer harus bisa berhitung karena Media Buyer adalah pihak yang berhubungan dengan uang client.
Keuntungan bekerja di posisi Media Buyer menurut Ibu Palupi adalah jaringan semakin meluas karena kita mempunyai kenalan semakin banyak, bertemu dengan orang banyak dari media terlebih ketika gathering, disana kita akan bertemu banyak orang, lalu sering adanya undangan gathering oleh pihak media apalagi di awal tahun dan makanannya enak juga, terus bekerja di perusahaan Dentsu juga santai dan tidak kaku, di tengah jam kerja mereka bisa saling bercanda, boleh ngobrol, tidak seperti bekerja di kantoran yang pada umumnya kaku, jadi sambil bekerja mereka juga have fun.
Yang tidak enaknya bekerja di posisi tersebut adalah sering ada pekerjaan mendadak dimana pekerjaan tersebut harus diselesaikan hari itu juga sehingga mengakibatkan lembur, bahkan kadang pulangnya bisa sampai jam 10 malam, dan itu tidak hanya terjadi 1 kali saja tapi sering kali terjadi, mereka juga sering dikejar-kejar oleh deadline, apalagi ketika dari bagian produksi iklannya belum selesai dibuat dan harus ditayangkan besok, maka mau tidak mau mereka harus menunggu iklan tersebut sampai selesai dibuat, dan juga sering ada brief dan meeting dadakan dengan client yang mengakibatkan lembur.
Ibu Palupi juga memiliki berbagai pengalaman baik suka maupun duka, beliau membagikan salah satu pengalaman dukanya ketika bekerja di posisi tersebut. Jadi pernah suatu hari ada client yang memakai jasa Media Buyer Dentsu untuk menayangkan iklannya di media. Sampai akhirnya ketika sudah deadline dan besoknya iklan tersebut harus diserahkan kepada pihak media, iklan tersebut masih belum jadi. Kebetulan yang membuat iklan tersebut bukanlah perusahaan Dentsu melainkan perusahaan lain yang disewa oleh client tersebut. Sehingga akhirnya iklan tersebut tidak jadi ditayangkan sesuai jadwal yang telah ditentukan, akhirnya bukan pihak yang membuat iklannya yang dimarahi, malah Media Buyer dari perusahaan Dentsu lah yang terkena omelan, padahal harusnya bukan merupakan kesalahan pihak Dentsu, tapi karena client yang punya uang dan membayar jasa Dentsu maka mereka hanya menerima saja omelan tersebut. Sudah itu, terpaksa jadwal penayangan iklan yang awalnya telah disusun sedemikian rupa terpaksa harus disusun ulang jadwal tayangnya, dan jadwal tayang yang sebenarnya tidak dapat diubah secara mendadak, harus diatur lagi dalam waktu yang dekat dari penayangan iklan tersebut, akhirnya dengan upaya yang sulit mereka bisa mendapatkan space yang diinginkan client.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar