Rabu, 07 Oktober 2009

Tugas Merangkum (Indonesian State Philosophy)

Name : William
NIM : 2007110177
Class : 11-7A

Summary of Seminar in Campus B Auditorium at 22th January 2008
Ada 9 pilar dalam nilai-nilai yang dipegang dalam STIKOM LSPR, diantaranya adalah:
1. Respect
2. Politeness
3. Responsibilities
4. Disciplined
5. Honesty
6. Perseverance
7. Confident
8. Independent
9. Do the best
Pengertian dari Values adalah, kualitas seseorang dalam memikirkan hal, menyikapi sesuatu, melayani, atau menghargai diri sendiri dan orang lain (nilai-nilai yang menjadi pegangan seseorang dalam hidupnya). Keuntungan dari menanamkan nilai-nilai positif dalam diri adalah kita akan menuai sikap yang positif, seperti prinsip tabur tuai, yaitu semakin banyak yang ditabur maka semakin banyak yang dituai. Keuntungan lain yang akan didapat bila memiliki nilai/prinsip dalam diri adalah akan menghasilkan integritas bagi diri jika diterapkan terus menerus.
Nilai-nilai dalam diri dapat berkembang karena pergaulan dengan lingkungan di sekitar kita dan perkembangan ini akan terjadi terus menerus. Nilai-nilai juga dapat digolongkan berdasarkan keadaan tertentu, yaitu nilai pribadi, keluarga, agama, budaya, organisasi/ kelompok, dan lainnya. Nilai tersebut diaplikasikan dalam keadaan senang maupun sedih. Jika dinilai berdasarkan abjad dan angka, misalnya a adalah 1, b adalah 2, dan z adalah 26, maka kerja keras (H+A+R+D+W+O+R+K) hanya mewakili 98%, sedangkan pengetahuan (K+N+O+W+L+E+D+G+E) mewakili 96%, tetapi sikap (A+T+T+I+T+U+D+E) mewakili 100% kesuksesan kita.
Berikut adalah nilai-nilai baik yang jika diterapkan akan menghasilkan sikap seorang pemenang:

1. Honesty (Kejujuran)
Kejujuran adalah suatu keadaan yang terbebas dari segala bentuk penipuan. Sebenarnya sebelum kita bertindak untuk menipu orang lain, kita sudah menipu diri kita sendiri. Maka itu, kepada siapa sajakah kita harus jujur? Kepada orang lain, institusi, lingkungan, keluarga, dan diri sendiri. Seorang beragama Buddha(Thanissaro Bikhu) mengatakan bahwa “Jujurlah dimanapun kau berada dan juga terhadap semua keadaanmu”. Socrates pun mengajarkan untuk “jujur dan menjadi manusia yang bermoral serta menegur seseorang jika perilakunya salah, maka orang tersebut tidak akan memilih jalan tersebut. Jika seseorang bersikap tidak jujur maka orang tersebut akan sulit mengetahui seperti apa kejujuran dan mengenal karakteristik dari kesalahan yang dilakukan”.
Dengan bersikap tidak jujur, kadang kita akan sulit untuk mengetahui perbedaan dari orang yang berbohong dan orang yang bersikap jujur. Dengan siapa sajakah seseorang dapat bersikap tidak jujur? Dengan keluarga, ketika di sekolah, hubungan dalam pertemanan, pekerjaan, dan diri sendiri.
Konsekuensi dari bersikap tidak jujur adalah, tidak ada orang yang akan mempercayai kita, mempunyai sedikit teman, susah untuk bisa berhasil, dan akhirnya akan menjadi manusia yang tidak bahagia. Karena itu bersikaplah jujur, terbebaslah dari kebohongan, penipuan, dan ketidakbenaran. Janganlah menjadi orang yang suram karena bersikap tidak jujur. Jadilah jujur, karena kita diciptakan untuk menjadi manusia yang bahagia.

2. Politeness (Sopan Santun)
Pengertian
• Ditunjukkan melalui cara bicara seseorang dengan orang lain
• Bersikap ramah dan hormat
Sopan santun dapat ditunjukkan melalui beragam cara, yaitu
• Dengan mengutamakan orang lain, seperti
o Tidak berfokus pada diri sendiri
o Bersikap empati (turut merasakan penderitaan orang lain)
o Bersikap toleransi
• Dengan bersikap ramah, seperti
o Perhatian
o Pengertian
o Bersikap lembut
o dan bersikap bersahabat
• Dengan mendengarkan orang lain, seperti
o Mendengarkan dengan baik saat orang lain berbicara
o Tidak memotong pembicaraan orang lain
o Tidak membuat kegaduhan
o Mematuhi etika/ aturan yang ada saat bergaul
Sesuatu tidak selalu seperti yang kelihatan, bisa saja seseorang terlihat galak padahal setelah dikenal orangnya ramah, atau bisa juga seseorang yang awalnya terlihat ramah tapi setelah dikenal ternyata mempunyai cara hidup yang tidak baik. Karena itu sikap sopan dari seseorang tidak selalu dapat dilihat dari sikap awal yang ia tunjukkan.

3. Respect (Hormat)
Pengertiannya,
• Suatu ekspresi/ sikap menghormati seseorang
• Memandang seseorang penting
• Asumsi baik terhadap seseorang
Cara mendapatkannya,
• Dengan bertindak atau melakukan sesuatu yang dapat menguntungkan orang lain
• Dengan melakukan segala sesuatu yang pernah dijanjikan
• Dengan melakukan suatu pekerjaan yang menciptakan hasil melebihi apa yang diharapkan
Komponen atau hal-hal yang harus ada sehingga timbul sikap hormat dari orang lain,
• Memiliki integritas
• Memiliki nilai moral yang baik
• Memiliki keahlian
• Konsisten dalam mengerjakan sesuatu
Keuntungan yang didapat dari masyarakat jika dihormati adalah, kita akan mendapatkan kepercayaan ketika berinteraksi dengan mereka, sedangkan keuntungan yang didapat oleh diri kita sendiri adalah kepercayaan dari orang lain, opini-opini yang berkualitas, dan kebahagiaan.
Sikap-sikap yang menunjukkan rasa tidak hormat adalah,
• Tidak memperhatikan seseorang ketika berbicara
• Membuat kegaduhan ketika orang lain berbicara
• Memotong pembicaraan orang lain
• Menjawab pertanyaan orang lain sebelum diizinkan
• dan lainnya
Contoh sikap tidak hormat di dalam kampus adalah,
• Tidak mematuhi aturan dalam berbusana
• Menyontek
• Berbohong dengan surat dokter
• Mabuk
• Memakai Narkoba
Bersikaplah hormat terhadap diri sendiri, karena jika kita tidak menghargai diri kita sendiri, tidak mungkin kita menghormati orang lain, apalagi mengharapkan orang lain yang menghormati kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar