Rabu, 07 Oktober 2009

Tugas Merangkum (Communication Science)

Pengorbanan diri, saling perhatian, dan memberi tanpa mengharapkan imbalan. Pertemanan yang saling menguntungkan didasarkan pada kesamaan : masing-masing pihak saling memberi dan menerima keuntungan dan penghargaan dalam hubungannya.
Pertemanan yang didasarkan pada keterbukaan, dalam perbandingannya, ada ketidakseimbangan dalam memberi dan menerima, 1 orang adalah pihak yang selalu diberi dan 1 orang adalah pihak yang selalu menerima. Ini adalah ketidakseimbangan yang jelas, karena masing-masing pihak menerima sesuatu dari hubungannya. Adanya perbedaan kebutuhan dari 2 orang yang menerima perhatian dan orang yang memberi perhatian tersebut akan terpuaskan.
Pertemanan yang didasarkan pada sifat saling membutuhkan karena 1 tujuan sifatnya hanya sementara, itu lebih tepat dikatakan sebagai hubungan pertemanan biasa dibandingkan hubungan pertemanan sejati.

1. Tipe-tipe Pencinta
Seperti layaknya jenis-jenis teman, ada juga beberapa karakter orang dalam mencintai:
• Cinta Eros, yaitu tipe pencinta yang mementingkan kecantikan dan dan daya tarik fisik. Dia mempunyai tipe idealnya tersendiri yang tidak mungkin terwujud dalam kenyataan. Pada akhirnya para pencinta eros tidak pernah merasa terpuaskan.
• Cinta Ludic, yaitu tipe pencinta yang mencari kesenangan dan hiburan dan melihat cinta hanya sebagai permainan. Bagi pencinta berkarakter ludic, cinta tidak pernah dianggap serius, ketika pasangannya sudah dianggap tidak menarik lagi, maka bagi mereka sudah waktunya untuk ganti.
• Cinta Storge, adalah cinta yang bertipe tenang dan damai. Mereka memandang cinta itu sebagai sarana untuk berbagi aktivitas dan kesamaan minat. Tipe seperti ini dari pikiran dan perasaan kadang sulit dibedakan dengan hubungan pertemanan.
• Cinta Pragma, cinta ini mementingkan tingkat status sosial pasangannya dibandingkan kepribadian orang itu, latar belakang dari orang itu lebih dianggap penting.
• Cinta Manic, cinta ini sangat mementingkan hubungan saling perhatian dan saling pengertian. Jika salah satu pihak kurang memberikan reaksinya maka akan timbul perasaan depresi, cemburu, sehingga pada akhirnya akan menimbulkan karakter diri yang tidak bertumbuh.
• Cinta Agapic, yaitu cinta yang penuh akan rasa empati dan tidak mementingkan diri sendiri. Cinta ini diberikan tanpa mengharapkan penghargaan atau imbalan. Yang telah sampai pada tahap ini dan telah mempraktekkannya adalah Yesus, Buddha, Gandhi.

2. Tipe-tipe dalam Hubungan yang Sifatnya Utama
Hubungan yang sifatnya utama (primer) adalah hubungan diantara 2 orang yang masing-masing pihak saling menganggap hubungan mereka sebagai hubungan yang paling penting.
Ada tiga tipe dasar dalam hubungan ini:
• Hubungan Tradisional
Hubungan tipe ini memiliki dasar kepercayaan dan cara berpikir yang sama mengenai hidup. Mereka memandang diri mereka sebagai pasangan dari 2 orang yang menggabungkan perbedaan dari karakter yang dimiliki daripada sebagai 2 individu yang berbeda. Mereka bergantung satu sama lain dan percaya bahwa kebebasan masing-masing individu harus dikorbankan untuk tercapainya suatu hubungan yang baik. Hubungan ini lebih banyak menghabiskan waktunya bersama dan hanya sedikit waktu yang dihabiskan di luar itu. Mereka jarang sekali bertengkar dan konflik yang terjadi hanya sedikit, karena masing-masing orang mengetahui batasan-batasan terkecil dalam hubungan mereka. Dalam komunikasi, tipe ini sangat responsif (timbal baliknya cepat) satu sama lain.
• Hubungan Bebas
Dalam tipe ini, hubungan antara 2 pihak penting tapi tidak sepenting kebebasan yang dimiliki masing-masing individu. Walaupun hubungan ini banyak menghabiskan waktunya bersama-sama, tapi tidak menjadi bagian yang memakan banyak waktu dalam hidupnya. Komunikasi dalam hubungan ini juga sangat responsif. Ketika mengalami suatu konflik mereka saling terbuka dan menghadapinya tanpa ada rasa takut. Cara untuk membuat diri mereka diketahui menimbulkan efek yang cukup besar dan beresiko tinggi. Cara seperti ini tidak ditemukan dalam hubungan tradisional.
• Hubungan Terpisah
Walaupun namanya hubungan terpisah tapi mereka tinggal bersama tapi memandang hubungan mereka sebagai bagian dari kebutuhan mereka dibandingkan hubungan saling cinta dan kedekatan. Mereka terlihat memiliki keinginan yang kecil untuk tinggal bersama, dan pada nyatanya mereka hanya bersama saat waktu yang memang seharusnya bersama seperti waktu makan ataupun waktu liburan. Hubungan ini hanya sedikit berbagi, mereka terlihat lebih senang pada cara hidupnya masing-masing.
• Gabungan dari beberapa tipe hubungan tersebut
Bisa juga dalam suatu hubungan masing-masing orang lebih suka dengan gaya hubungan yang berbeda. Mungkin yang satu lebih memilih hubungan tradisional sedangkan yang satu lagi lebih memilih hubungan terpisah.

3. Teori-teori dalam Hubungan
Ada 5 teori yang menjadi dasar dalam hubungan.
1. Teori Daya Tarik
Hubungan dalam teori ini didasarkan pada daya tarik (attraction). Tidak diragukan lagi, seringkali kita tertarik pada sebagian orang dan tidak tertarik pada sebagian lagi. Begitu juga dengan diri kita, ada beberapa orang yang tertarik dan ada beberapa orang yang tidak tertarik. Ada 4 faktor yang menentukan apakah seseorang tertarik atau tidak, yaitu:
• Similarity (kesamaan)
Seandainya kita memiliki pasangan, secara tidak sadar pasangan yang kita pilih itu akan terlihat wajah, tingkah laku, dan cara berpikir yang hampir sama dengan kita. Umumnya, masyarakat menyukai mereka yang memiliki kesamaan atau kemiripan dengan diri mereka, baik dari segi kewarganegaraan, ras, kemampuan, tampilan fisik, kepintaran, dan sikap. Penelitian juga mengatakan bahwa kita akan lebih suka menolong orang yang memiliki kesamaan dengan kita. Kadang masyarakat juga tertarik pada orang yang memiliki kepribadian yang sama sekali berbeda dengan dirinya, ini disebut juga pelengkapan (complimentarity), contoh orang yang sifatnya dominan lebih tertarik pada orang yang kurang atau tidak dominan.
• Proximity (kedekatan sosial,jarak)
Jika kita melihat ke orang-orang yang kita tertarik di sekeliling kita, kita mungkin akan menemukan kalau orang-orang tersebut tinggal atau bekerja dekat kita. Kedekatan sosial , fisik (proximity) adalah tahapan yang paling penting dalam interaksi. Contoh dari proximity adalah jarak dalam kelas membuat kedua orang yang duduk berjauhan menjadi sulit untuk berkomunikasi.
• Reinforcement (pengukuhan)
Tidak mengherankan kalau kita akan lebih tertarik kepada orang yang memberikan hadiah atau pengukuhan, yang mana bisa dimulai dari sesuatu yang sederhana hingga sesuatu yang mewah. Contoh, kita bisa lebih tertarik sama orang yang meminta bantuan kita, karena secara tidak sadar kita akan merasa bahwa orang tersebut menghargai apa yang kita lakukan.
• Physical Attractiveness and Personality (daya tarik diri dan kepribadian)
Kebanyakan orang lebih menghargai orang yang memiliki daya tarik fisik yang menarik dibandingkan yang tidak. Kita pun akan merasakan perasaan yang tidak asing, dan terasa seperti pernah melihat orang tersebut sebelumnya. Begitu juga dengan kepribadian (personality), kita pun lebih menyukai orang yang memiliki kepribadian yang baik dibandingkan yang tidak baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar