Rabu, 07 Oktober 2009

Analisa Kasus Vietnam Cat Fish (International Marketing)

Renaming the Vietnamese Catfish

Pemanfaatan tanaman dan binatang laut oleh manusia dimulai dari ribuan tahun yg lalu. Secara serentak di seluruh dunia, aquakultur telah berkembang lebih dari dua kali lipat di tahun 1990 (tepatnya lebih dari 35jt ton setahun). Utk memenuhi permintaan pasar akan sumber kualitas protein yg baik, remis, tiram, salmon dan lele pun dikembangbiakkan di dlm lingkungan yg terkontrol. Tambak ikan tsb berkualitas tinggi & tdk spt ikan2 yg ditangkap di laut lepas. Aquakultur adlh segmen agrikultur yg paling cepat berkembang di AS. Seafood yg ikan2nya berasal dr hasil tambak mampu meraih urutan ke-3 dlm konsumsi seafood di AS. Sekitar 2/3 udang, salmon, & hampir semua lele & ikan air tawar yg dikonsumsi oleh org Amerika mrpkn hasil biakan di kolam.
Lele liar yg berkulit tebal, berjanggut dan bermulut lebar dpt ditemukan di sungai AS bagian selatan. Lele liar mempunyai tipikal rasa yg tajam, byk tulangnya & lembap. Bgmnpun, sbg hasil dr aquakultur, lele hasil tambak skrg ini mempunyai rasa yg lembut. Mereka dibiakkan di kolam berbahan dasar tanah liat yg dipenuhi air dr sumur bawah tanah & diberi mkn makanan yg kaya protein & terbuat dr gandum. Kelebihan lele tambak ini adlh dagingnya putih, mempunyai rasa yg kuat & cocok dimasak dg berbagai teknik memasak yg menjadikan mereka sesuai untuk santapan etnis.
Org Amerika mengkonsumsi sekitar 275juta kilo (lebih dari 600juta pon) lele di th 2000, kebanyakan datang dari 150.000 akre danau lele di AS, terutama di daerah Mississipi, Arkansas, & Louisiana. Industri lele AS diperkirakan menjual lbh dari 4 milyar dolar produk ikan setahun. Lele terutama populer utk makanan selatan, tapi penggunaanya telah berkembang juga di pertengahan barat. Irisan ikan lele skrg tersedia di Supermarket New York & toko2 ikan. Satu poling bahkan menempatkan lele sbg ikan ketiga favorit & hny dikalahkan oleh udang & lobster.

The Issue

Congressional Reaction
Dukungan dari kongres datang cepat. Pada Desember 2001, sebuah amandemen/perubahan ditambahkan ke dalam sebuah pembayaran yang mengosongkan FDA dari menghabiskan uang. Untuk mengizinkan hak izin ‘masuk’ ikan atau produksi ikan yang berlabelkan ‘lele’, yang mana ikan ini berasal dari famili Ictaluridae. Para anggota senat dari Selatan, yang memperkenalkan sebuah labeling bill, mengklaim ikan Vietnam menjadi sebagai ikan lele yang berbeda secara ilmiah ‘seperti sapi dari ayak’. Mendukung dari pandangan berbeda, senator Phil Gramm mengkarakteristik ikan lele Vietnam sbb : “ Tidak hanya terlihat seperti ikan lele, tetapi ikan ini beraksi seperti seekor lele. Dan orang2 yang berkecimpung dalam ilmu ikan menyebutnya sebagai seekor ikan lele. Mengapa kita mau menyebutnya dengan nama lain daripada ‘ikan lele’? Ini artinya FDA harus mengidentifikasi berbagai macam jenis lele.
Pada Januari 2002 di bawah petunjuk Congress (DPR), FDA (Food & Drug Administration) mengumumkan peraturan “Guidance for Industry”mengenai bagaimana ikan impor harus diberi label/nama. Di bawah peraturan itu, Flat Whiskered Fish (ikan tawar berkumis) adlh pengganti untuk Flat Whiskered Catfish (ikan lele tawar berkumis). Daripada importir, restoran, dan toko grosir akan menyebut ikan itu dgn sebutan “basa”, yg merupakan nama lain untuk lele dari famili Pangasius (Pangaslidae). Produser US mencoba memproduksikan lele dgn merk sendiri untuk mengurangi jumlah impor.
Sekitar 30% dari restoran seafood di US menyajikan ikan lele Vietnam yang dagingnya lebih empuk dan lembut daripada jenis Amerika. Tidak siapapun di US memiliki kata ‘catfish’ (lele). Bagaimanapun, Vietnam masih bebas untuk mengekspor catfish(lele) ke United States, selama mereka (ikan itu) dipanggil dengan sebutan lain selain catfish (lele).

When is a Catfish a Catfish?
Dengan tujuan untuk membedakan jenis2 ikan lele, FDA mencari bantuan para ahli. Sebelum mengeluarkan peraturan, FDA berkonsultasi dengan Dr. Carl J. Ferraris dari California Academy of Sciences. Dr. Ferraris menanggapi behwa tidak ada alasan ilmiah untuk menamai ulang ikan lele dari Vietnam, untuk membedakan ikan lele dari USA.
Menurut peternak lele Amerika, ikan lele yang benar adalah yang berasal dari keluarga Ictaluridae. Sedangkan lele Vietnam berasal dari keluarga Pangaslidae yang adalah lele air tawar perpaduan Afrika dan Asia Selatan. Peternak lele Vietnam menyatakan bahwa mereka telah menciptakan industri agricultural yang baru, yaitu mengganti ladang padi dan kedelai mereka dengan tambak ikan yang menguntungkan di daerah2 miskin di negara tsb. Dgn mengurangi pertanian, mereka bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia & pestisida berbahaya yg mana baik utk lingkungan. Mereka juga mengurangi subsidi agrikultur ketika pembuat perundangan ingin agar pemerintah berhenti dari pertanian.
Peternak lele Amerika mengatakan lele mereka dipelihara dalam kolam dengan air murni/bersih, yg telah dicoba oleh agen federal & sesuai standar dari Catfish Institute. Industri lele Amerika harus melalui pemeriksaan dari 17 agen federal (termasuk Departemen Perdagangan, FDA, & Agen Perlindungan Lingkungan). Sebaliknya, lele yang diimpor dari Vietnam hanya mendapat persetujuan FDA. Lele Vietnam dipelihara di kandang yang mengapung di dataran rendah yang lembap di Sungai Mekong. Beberapa senator dari daerah Selatan berkata tentang kemungkinan adanya zat2 berbahaya dari Vietnam di sungai yang kotor tersebut.

The Issue & Free Trade
Industri ikan lele Vietnam memberikan contoh yg berguna ttg bagaimana perusahaan global dapat meningkatkan partisipasi dalam bisnis global. Contohnya importir Australia mengajarkan orang2 Vietnam tentang bagaimana mengiris filet ikan lele, peneliti Perancis bekerja sama dengan universita lokal di Vietnam dalam teknik peternakan ikan lele yang hemat biaya, dan pemimpin eksportir di Vietnam bergantung pada perlengkapan industri Amerika dari AS. Bagaimanapun, batu sandungan bagi kondisi perekonomian AS disebabkan oleh petani2 Amerika, dilanjutkan dengan industri2 lainnya, sangat mudah untuk menggoyangkan impor di Amerika & perselisihan ikan lele mewakili kasus tentang politik dalam negeri yang mampu meluruskan pertentangan kekuatan pasar bebas. Kritikan bagi Vietnam & AS mengatakan bahwa kasus ikan lele merupakan salah satu contoh proteksionasi (pemroteksian) & kemunafikan, perusakan kebijakan perdagangan bebas baru2 ini banyak didukung oleh AS pada pembicaraan WTO di Doha.
“Setelah beberapa tahun menganjurkan kepada Vietnam bahwa membuka perdagangan adalah situasi yang saling menguntungkan (win-win situation), ini akan memalukan jika tiba2 setelah perjanjian perdagangan ditandatangani, AS berubah menjadi proteksionis ‘we win, you lose’ pada kasus ikan lele”, kata Virginia Foote, Presiden Dewan Perdagangan AS-Vietnam di Washington.
Dalam perselisihan yang terus-menerus tentang bagaimana mengatur perdagangan global, agrikultur & aquakultur adalah kasus yang paling sensitif. Industri nasional menggunakan kebijakan pertanian bukan hanya untuk mempromosikan agrobisnis mereka di luar negeri, tapi juga untuk menjaga pasar & petani mereka di dalam negeri. Seperti contoh, negara Eropa telah menggunakan subsidi agrikultur mereka untuk mempertahankan daerah pedalaman mereka dari serbuan rakyat kota. Di sisi lain, pengembangan negara mencoba meningkatkan standar hidup dengan berubah menjadi pasar baru dengan produk yg lebih murah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar