Senin, 05 Oktober 2009

Tugas Rangkuman dan Analisa Kasus (Sosiologi)

Introduction to Sociology

Tugas Rangkuman dan Analisa Kasus

Nama : William
NIM : 2007110177
Kelas : Marketing 11-2C



Tahun 2009
I. Rangkuman
1. Apa yang dimaksud dengan proses sosial?
Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila para individu dan kelompok-kelompok saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada. Atau dengan perkataan lain, proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal balik antara pelbagai segi kehidupan bersama.
2. Apa yang dimaksud dengan interaksi sosial?
Interaksi sosial adalah salah satu bentuk proses sosial yang merupakan kunci semua kehidupan sosial (ekonomi, hokum, politik, sosial, budaya dsb).
3. Apa saja bentuk-bentuk interaksi sosial?
a) Proses yang asosiatif, seperti akomodasi, akulturasi, asimilasi.
b) Proses yang disosiatif, seperti persaingan (competition) dan pertentangan (conflict).
4. Sebutkan bentuk-bentuk akomodasi?
Bentuk-bentuk akomodasi adalah coercion, compromise, arbitration, mediation, conciliation, toleration, stalemate, adjudication.
5. Apa yang dimaksud dengan akomodasi?
Pengertian akomodasi merupakan keadaan yaitu: adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara individu dalam kaitannya dengan norma.
6. Sebutkan tujuan-tujuan dari akomodasi!
Tujuan dari akomodasi yaitu,
a) Mengurangi pertentangan antar individu yang berbeda paham.
b) Untuk mencegah, meledaknya suatu pertentangan.
c) Untuk memungkinkan kerja sama antara kelompok yang terpisah akibat faktor sosial psikologis dan kebudayaan.
d) Mengupayakan peleburan kelompok yang terpisah.
7. Sebutkan faktor-faktor yang mempermudah asimilasi!
Faktor-faktor yang mempermudah asimilasi yaitu,
a) Toleransi
b) Kesempatan ekonomi yang seimbang
c) Sikap menghargai orang lain dan kebudayaannya
d) Sikap terbuka dari penguasa
e) Persamaan unsur-unsur kebudayaan
f) Adanya musuh bersama dari luar
8. Dalam bentuk apa sajakah kontak sosial dapat berlangsung?
Kontak sosial dapat berlangsung dalam 3 bentuk, yaitu
a) Antara individu
b) Antara individu dengan satu kelompok atau sebaliknya
c) Antara suatu kelompok dengan kelompok lain
9. Sebutkan 2 syarat terjadinya interaksi sosial!
2 syarat terjadinya interaksi sosial adalah,
a) Adanya kontak sosial (social contact), yang dapat berlangsung dalam 3 bentuk, yaitu antarindividu, antarindividu dengan kelompok, antarkelompok. Selain itu, suatu kontak dapat pula bersifat langsung maupun tidak langsung.
b) Adanya komunikasi, yaitu seseorang memberi arti pada perilaku orang lain, perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.
10. Sebutkan bentuk interaksi menurut Gillin dan Gillin!
Bentuk interaksi adalah:
a) Proses yang asosiatif (akomodasi, asimilasi, dan akulturasi).
b) Proses yang disosiatif (persaingan dan pertentangan).
11. Sebutkan bentuk interaksi menurut Kimbali Young!
a) Oposisi (persaingan dan pertentangan)
b) Kerja sama yang menghasilkan akomodasi;
c) Diferensiasi (tiap individu mempunyai hak dan kewajiban atas dasar perbedaan usia, seks, dan pekerjaan)
12. Sebutkan bentuk interaksi menurut Tomatsu Shibutani!
a) Akomodasi dalam situasi rutin
b) Ekspresi pertemuan dan anjuran
c) Interaksi strategis dalam pertentangan
d) Pengembangan perilaku massa
13. Sebutkan dan jelaskan 5 bentuk akomodasi sebagai suatu proses!
a) Coercion adalah suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilakukan oleh karena adanya paksaan.
b) Compromise adalah suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.
c) Arbitration adalah suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri.
d) Mediation hampir menyerupai arbitration. Pada mediation diundanglah pihak ketiga yang netral dalam soal perselisihan yang ada.
e) Conciliation adalah suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama.
14. Sebutkan hal-hal yang dapat menimbulkan proses asimilasi!
Proses asimilasi timbul bila ada:
a) Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya
b) Orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama sehingga,
c) Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri.
15. Sebutkan faktor-faktor umum yang dapat menjadi penghalang terjadinya asimilasi!
a) Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat (biasanya golongan minoritas)
b) Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi dan sehubungan dengan itu sering kali menimbulkan faktor ketiga
c) Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi
d) Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya
e) Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah dapat pula menjadi salah satu penghalang terjadinya asimilasi
16. Dalam batas-batas tertentu persaingan mempunyai beberapa fungsi. Sebutkan!
a) Untuk menyalurkan keinginan-keinginan yang bersifat kompetitif
b) Sebagai jalan dimana, kepentingan serta nilai-nilai yang pada suatu masa menjadi pusat perhatian tersalurkan dengan sebaik-baiknya
c) Sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks dan seleksi sosial
d) Sebagai alat untuk menyaring warga golongan-golongan karya untuk mengadakan pembagian kerja.
17. Apa yang dimaksud dengan persaingan?
Persaingan dapat diartikan sebagai suatu proses awal, dimana individu atau kelompok yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa menjadi pusat perhatian umum dengan cara menarik atau mempertajam prasangka yang telah ada, tanpa mempergunakan kekerasan atau ancaman.
18. Sebutkan hasil-hasil dari suatu persaingan!
a) Perubahan kepribadian seseorang
b) Kemajuan
c) Solidaritas kelompok
d) Disorganisasi
19. Sebutkan 5 bentuk kontravensi menurut Leopold von Wiese dan Howard Becker!
a) Yang umum meliputi perbuatan-perbuatan seperti penolakan, keenganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes, gangguan-gangguan, perbuatan kekerasan , dan mengacaukan rencana pihak lain
b) Yang sederhana seperti menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui surat-surat selebaran, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian kepada pihak lain, dan seterusnya
c) Yang intensif mencakup penghasutan, menyebarkan desas-desus, mengecewakan pihak-pihak lain dan seterusnya.
d) Yang rahasia, umpamanya mengumumkan rahasia pihak lain, umpama dalam kampanye partai-partai politik dalam pemilihan umum
e) Yang taktis, misalnya mengejutkan lawan, mengganggu atau membingungkan pihak lain.
20. Sebutkan 5 bentuk pertentangan!
a) Pertentangan pribadi
b) Pertentangan rasial
c) Pertentangan antara kelas-kelas sosial, umumnya disebabkan oleh karena adanya perbedaan-perbedaan kepentingan
d) Pertentangan politik
e) Pertentangan yang bersifat internasional.




















II. Analisa dan Solusi kasus Situ Gintung

Korban Situ Gintung Terus Bertambah


Rosdianah Dewi

kondisi situ gintung setelah jebol, semula danau tersebut memiliki kedalaman 15 meter

Jumat, 27 Maret 2009 | 09:29 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Korban tewas akibat bencana tanggul Danau Situ Gintung, Cireundeu Ciputat Tangerang terus bertambah. Dalam rentang waktu beberapa jam saja, posko Korps Sukarela PMI di STIE Ahmad Dahlan Ciputat terus didatangi jenazah korban yang tewas akibat terseret air

Berdasarkan pantauan Kompas.com dari lapangan, data jumlah korban tewas yang diperoleh dari petugas sementara ini sudah menembus 20 orang. Sebagian jenazah ada yang ditempatkan di Universitas Muhammadiyah, dan sebagian di STIE Ahmad Dahlan.

Di posko STIE, jenazah korban satu persatu datang dengan ditandu petugas dan dikumpulkan di suatu ruangan. Kondisi mayat begitu mengenaskan dan dipenuhi lumpur dan tanah.
Alhasil, suasana di posko STIE sendiri terasa mencekam. Para petugas, korban tewas dan luka, serta para warga yang mencari sanak suadaranya berbaur menjadi satu dalam suasana tegang.

Korban tewas ditempatkan di sebuah ruangan lobi STIE. Mereka ditempatkan di bawah lantai beralaskan karpet dan ditutupi kain.
Analisa Kasus
Dari artikel di atas dapat kita ketahui bahwa, bencana yang terjadi pada pemukiman di sekitar danau di daerah Situ Gintung terus menelan korban, dan hingga tanggal 27 Maret 2009, korban telah menembus lebih 20 orang dan jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah ke depannya. Bencana tersebut diawali dari kelalaian Pemda setempat, dimana mereka menyepelekan rumor-rumor mengenai rapuhnya tembok yang membendung danau tersebut, pada waktu itu pihak pemerintah juga telah memberikan peringatan kepada pemda setempat untuk segera memperbaiki tembok danau Situ Gintung dengan dana yang disediakan sebesar 100 Milyar Rupiah. Namun sangat disayangkan uang yang disediakan untuk proyek ini digunakan untuk membangun jogging track di atas tembok danau.
Alhasil ketika tembok danau tersebut sudah tidak mampu menahan air, maka jatuhlah korban-korban jiwa. Korban-korban yang ditemukan di kawasan pemukiman Situ Gintung ini ditempatkan di 2 tempat yaitu sebagian di Universitas Muhammadiyah, dan sebagian di STIE Ahmad Dahlan. Pihak keluarga yang selamat sampai saat ini masih terus melakukan pencarian di kawasan tersebut dengan harapan sanak saudara mereka dapat ditemukan.

Solusi
Melihat peristiwa yang terjadi di Situ Gintung tersebut, saya sangat menyayangkan pihak pemda setempat yang menyepelekan masalah yang terjadi di daerah setempat, dimana kelalaiannya mengakibatkan puluhan bahkan ratusan korban jiwa berjatuhan. Langkah yang tepat untuk diambil oleh pemerintah RI saat ini adalah memecat Pemda yang ada di daerah setempat dan memilih orang yang mereka anggap sanggup untuk memerintah dan mengatur daerah tersebut. Selain itu yang paling utama adalah terus mengirimkan bantuan SAR untuk membantu keluarga disana mencari sanak saudara mereka yang terhilang, ditambah lagi bantuan makanan dan juga ahli medis, agar para korban dapat tetap sehat baik secara jasmani, mental, maupun rohani.
Pihak pemerintah juga sebaiknya menyediakan dana untuk membersihkan lumpur di daerah setempat dan membangun ulang danau tersebut sehingga penduduk dapat membangun kembali rumah mereka dan bisa dengan cepat kembali menjalani aktivitas rutin mereka. Ketersediaan lapangan kerja di daerah ini perlu diperhatikan oleh pihak pemerintah, dengan begitu ke depannya jumlah pengangguran di Indonesia dapat dikurangi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar